;

Menyiapkan bekal makanan untuk anak

Sering bingung menyiapkan menu bekal makanan anak anda ? Menyiapkan menu bekal tak bedanya dengan menyiapkan menu untuk keluarga. Selain bergizi dan sehat, menu bekal harus dibuat variatif dan ditata menarik agar buah hati anda bersemangat menyantapnya. Jangan lupa untuk meletakkannya di dalam wadah yang aman untuk makanan (food grade) dan kedap udara.
Tips menyiapkan bekal makanan :
1. Beri pengertian kepada anak anda tentang bahaya jajan sembarangan. Utarakan dengan bahasa yang dimengerti anak. Seperti pedagang yang menggunakan bahan yang tidak layak makan, air kotor, pewarna kimia, dsb, yang bisa menyebabkan kerusakan organ penting tubuh.
2. Ajarkan anak dengan bahasa yang sederhana, tentang manfaat bahan pangan yang harus dikonsumsi agar tubuhnya sehat. Seperti ikan atau sayur yang jarang disukai anak.
3. Buatlah 'tipuan' dengan bahan pangan yang tidak disukai anak. Caranya, samarkan dengan mencampurkan ikan atau sayur dengan bahan pangan favorit anak agar mereka mau menyantapnya. Lebihkan bekal anak, dan ajarkan dia untuk berbagi dengan teman-teman yang lain.
4. Wadah bekal food grade dan kedap udara itu harus, tapi jangan lupa untuk memilih yang desainnya disenangi anak. Diantaranya mengacu kepada karakter favorit anak seperti Mickey Mouse atau dari budaya Indonesia.
5. Agar anak tidak bosan, buatlah bekal yang bervariasi. Pastikan hanya anda yang mampu memuaskan selera makan anak.
6. Setelah selesai digunakan, ajarkan anak untuk membereskan wadah bekal dengan rapi.
(referensi: Wanita Indonesia)

NAMA ANDA - 03.34

pengaruh musik pada anak dan remaja

Seorang peneliti bernama Katrina McFerran, dari Melbourne University, Australia, yang melakukan penelitian selama hampir 5 tahun mengenai pengaruh musik pada kondisi mental, menemukan bahwa musik heavy metal menyebabkan gangguan mental pada remaja usia 13-18 tahun.
Pada Februari 2008, the Archives of Pediatric and Adolescent Medicine menerbitkan sebuah analisis tentang hubungan lirik lagu populer dengan remaja yang menggunakan narkoba. Para peneliti di University of Pittsburgh Amerika mengukur frekuensi tentang penggunaan narkoba yang cenderung suka mendengarkan musik dan berdasarkan lagu yang paling populer di kalangan remaja menurut majalah Billboard. Dalam menjelaskan alasan untuk studi mereka, para peneliti mengutip statistik yang menunjukkan betapa jenuh telinga anak-anak dengan lirik lagu. Sembilan dari 10 remaja memiliki music player di rumah, dan rata-rata mereka mendengar musik lebih dari dua jam per hari.
Untuk menganalisis lagu-lagu populer, para peneliti membuat catatan implisit maupun eksplisit tentang referensi untuk menggunakan zat-zat terlarang, bersamaaan dengan lirik populer yang menunjukkan motivasi, asosiasi, atau konsekuensi dari penggunaan zat-zat terlarang, dan kerugian dari zat haram tersebut.
Sekitar dua-perlima dari lirik lagu yang populer di kalangan remaja memiliki semacam referensi untuk menggunakan narkoba, dan sisanya berisi lirik yang secara eksplisit mereferensikan penggunaan zat terlarang. Dari semua genre, musik rap lah yang paling banyak mereferensikan penggunaan zat terlarang seperti narkotika dan alkohol (lebih dari tiga-perempat lagu) dan musik pop jauh lebih sedikit (satu dalam 10).
Dari data-data itu sudah cukup bukti bahwa musik harus diwaspadai. Terutama buat anak dan remaja yang masih labil. Jangan sampai mereka menganggap musik adalah segalanya.
(referensi: Hadila)

NAMA ANDA - 00.29

Ketika anak sulit belajar

Tak perlu risau ketika anak sulit belajar membaca, menulis atau berhitung. Beberapa hal dapat ibu lakukan untuk mengatasi masalah ini.
Awali dengan mencari tahu aktivitas yang disukai anak. Biasanya anak usia sekitar 5 tahun lebih menyukai menggambar daripada menulis. Persepsi kita tentang belajar yang harus di depan meja, memegang buku, pensil, formal, dapat kita modifikasi menjadi suasana yang fun, tapi menyasar tujuan. Misal ketika anak sedang menggambar bunga, kita dampingi sambil bertanya, "Itu gambar bunga ya ? bagus sekali. Lebih bagus kalau ibu beri tulisan ya ?" Kemudian tulis dengan huruf kecil "bunga" dan bujuk anak agar meniru tulisan itu. Selanjutnya bisa diteruskan dengan gambar daun. Begitu seterusnya.
Kegemaran anak menggambar secara tidak langsung dapat kita gunakan untuk menyampaikan pesan bahwa menulis dan membaca itu menyenangkan. Ketika dalam benak anak tertanam persepsi bahwa "aku senang belajar membaca, menulis dan berhitung", secara bertahap anak akan mudah diarahkan untuk mengenal konsep dasar membaca, menulis, dan berhitung. Kita perlu kreatif untuk mengatasi rasa mudah jenuh anak dengan cara modifikasi model atau media belajar. Sekali tempo kita gunakan media white board, kertas warna, guntingan tulisan dari majalah untuk belajar.
Gunakan buku panduan mengenal bacaan (dengan gambar dan warna menarik) atau tempelkan kertas peraga huruf di dekat area bermain anak. Ajak anak bermain huruf, perbanyak kegiatan mengulang. Analogikan juga dengan benda-benda di sekitarnya. Ketika anak sudah mengenal beberapa huruf, kita mencoba sesuaikan huruf dengan kegiatan bermainnya. Misl anak sedang bermain boneka, kita ajak anak untuk bermain peraga huruf bertuliskan boneka.
Untuk menguatkan kegemaran anak pada membaca, kenalkan anak dengan buku cerita bergambar. Bacakan semenarik mungkin agar anak terbiasa dengan buku. Jadi intinya adalah menjadikan proses belajar menjadi sesuatu yang fun.
(referensi: Hadila)

NAMA ANDA - 16.59